Apakah Anda tahu jika kapal lebih sulit untuk dipantau jika terletak di port saluran navigasi daripada di laut lepas? Padahal hal tersebut harus dipantau, terutama masalah informasi waktu dan kondisi bahan bakar. Informasi waktu digunakan sebagai rencana tambat dan menghindari demurage. Sedangkan informasi kondisi bahan bakar digunakan untuk memantau bahan bakar dan dasar untuk melakukan perhitungan efisiensi kapal serta perencanaan bunker. Dengan menggunakan teknologi GSM yang murah dan terjangkau, perangkat ini tidak memerlukan investasi besar dan sangat cocok untuk kondisi perusahaan pelayaran di Indonesia yang masih didominasi oleh penggunaan kapal-kapal tua.

a

Lihat artikel ini pada Bahasa Inggris