1. Apakah loading software sama dengan stowage planning software?
    – Iya sama
  2. Bagaimana menghitung intact stability?
    – Perhitugan Intact Stability mengacu pada peraturan dan formula yang sudah dibuat oleh IACS (International Accosiation of Classification Society) yaitu pada IACS Rules L5
  3. Bagaimanakah menghitung bending moments & shear forces?
    – Perhitungan Bending moments & shear forces mengacu pada rules Biro Klasifikasi
  4. Apakah kriteria keselamatan operasi pelayaran ditetapkan secara internasional? Jika iya, oleh siapa?
    – Kriteria keselamatan pelayaran di tetapkan dan diatur oleh IMO (International Maritime Organization)
  5. Bagaimanakah kriteria keselamatan IMO itu?
    Kriteria keselamatan IMO meliputi
    a. peraturan wajib tentang stabilitas kapal bagi semua jenis kapal ataupun spesifik. (IMO’s intact stability guideline A.749)
    b. peraturan tentang perhitungan stabilitas akibat pengaruh cuaca. (IMO’s wheater criterion guidelines A.749, Chapter 3.2)
    c. peraturan tentang stabilitas kapal akibat bocor (MARPOL 73/78, Reg. 28)
  6. Siapakah yang menjamin hasil perhitungan-perhitungan stabilitas dan kekuatan kapal pada stowage planning?
    – Dijamin oleh Biro klasifikasi sesuai klas kapal.
  7. Apa manfaat menggunakan piranti lunak stowage planning?
    – Kesalahan rendah
    – tingkat akurasi perhitungan stabiltas kapal tinggi
  8. Apa keunggulan iStow dibanding produk lain bagi pelayaran di Indonesia dan ASEAN?
    – Helpdesk dekat karena berada di Indonesia
    – Adanya pendampingan sertifikasi klas yang berkaitan dengan iStow
  9. Apakah benar bahwa piranti lunak stowage planning meningkatkan keselamatan pelayaran?
    – Dengan menggunakan piranti lunak stowage planning dapat meningkatkan keselamatan pelayaran, di karenakan sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh manusia dan pemuatan kapal yang tidak benar.
  10. Kapal-kapal apa saja yang diwajibkan IMO pakai loading software? Kapan?
    – Mulai 1 Januari 2016, seluruh oil, chemical dan gas tankers diwajibkan memasang stowage planning software. Jenis-jenis kapal lain segera diberlakukan secara bertahap.
  11. Apakah kapal-kapal Indonesia wajib mengikuti aturan IMO tersebut?
    – IMO mensyaratkan bahwa kapal-kapal harus dilengkapi dengan loading software atau stowage planning software, termasuk kapal-kapal Indonesia.
  12. Apa konsekuensinya jika kapal-kapal tidak menggunakan loading software?
    – Resiko tingkat akurasi perhitungan stabilitas kapal dan kekuatan memanjang rendah
    – Resiko clearence in-out pelabuhan yang mewajibkan loading software